Era Soekamto: “Fashion Adalah jalan Hidup Saya”
Empat belas tahun berkarir sebagai fashion designer dan wirausaha di bidang industri fashion Indonesi jelas bukan waktu yang pendek. Namun, begitulah Era Soekamto menjalani kehidupannya. Pengajar dan konsultan di bidang creative entrepreneurship dan fashion ini sangat menikmati pekerjaannya.
“Almarhum ibu saya adalah inspirasi terbesar saya dalam menyukai dan memilih bidang ini sebagai jalan hidup”, ungkapnya. Ketertarikan sang ibu pada bidang kecantikan, fashion, kain Indonesia dan kerajinan tangan, sangat terpatri dalam ingatan Era kecil, sehingga bidang fashion membuatnya sebagai profesi impian .
“Beruntung saya bisa meyakinkan orang tua untuk terus fokus pada impian dengan bersekolah di Lasalle Fashion College di Singapura selepas SMU, “ lanjut Era. Tentu saja, sebuah kesempatan emas yang jarang didapatkan kebanyakan anak-anak Indonesia. Era tidak mensia-siakan kesempatan itu, terbukti prestasinya semakin moncer dibidang fashion. “Menang lomba Indonesia Young Designer Contest adalah tiket pertama saya,” ujar Era yang diikuti dengan prestasi-prestasi lainnya.
Diantaranya, Era berhasil meluncurkan brand untuk anak muda Urban Crew di pasar anak muda maupun di inner circle komunitas fashion Indonesia. Ia pun terpilih masuk ke dalam Ikatan Perancang Mode Indonesia bersama designer senior yang lain, yang telah membuka kesempatan selua-luasnya membuka first line Era Soekamto culture line, wedding line dan Unique Indonesia khusus untuk art and craft. “Menyeimbangkan kreatifitas dan entrepreneurship, manajemen dan tim yang kuat menjadikan saya seperti sekarang ini,” ungkap Era tentang pencapaian hingga sekarang.
Perempuan dan Fashion
Menurut Era, fashion adalah gaya hidup dan ilmu memilih yang di pengaruhi oleh berbagai macam aspek kehidupan sosial, politik, budaya,agama dan lain-lain. Fashion dapat berfungsi untuk menyatakan status sosial,pernyataan pribadi tentang karakteristik,impian,keahlian , mendapatkan hasil diri yang lebih maksimal. Fashion juga dapat diartikan sebagai visual komunikasi dan kebahagiaan sintetis bagi manusia baik perempuan maupun laki-laki.
Sedangkan perempuan adalah emotional buyers yang pertimbangannya seringkali berdasarkan emosi. Inilah yang membuat kecantikan dan estetika mempengaruhi rasa menjadi esensi. Dikatakan Era, fashion tidak hanya dapat memberdayakan perempuan, tapi dapat memberikan rasa percaya diri, kebahagiaan, dan image yang lebih baik.
Perempuan mempunyai kesempatan lebih banyak untuk mengekspresikan tampakan visualnya dari pada laki-laki. Oleh karena itu, fashion awalnya sangat identik dengan kesan feminin dan hanya urusan perempuan. Saat ini ada emansipasi pria dalam hal fashion yang lebih ekspresif dibanding sebelumnya. Semua karena saat ini fashion memegang peranan penting untuk self branding dan visual komunikasi untuk membantu komunikasi yang efektif sebagai individu.
Lalu, bagaimana memaksimalkan potensinya? Menurut Era, sebagai perempuan harus menyadari dahulu kepentingan penampilan. Apakah untuk ‘functional’ atau ‘ emotional benefit’? Setelah itu baru menggunakannya di tempat,waktu dan profesi yang tepat sebagai alat bantu.
Era menyarankan, hal pertama yang harus dilakukan adalah self assessment atau penilaian diri, mengetahui bentuk tubuh dan kepribadian diri sendiri menjadi sangat penting untuk memilih apa yang akan dikenakan dan bagaimana hasil akhir sebuah tampilan.
Perempuan Agen Perubahan
Bagi Era Soekamto, perempuan adalah agen perubahan. Perempuan yang sukses dibidangnya dapat menginspirasi lingkungannya masing-masing dan memperbaiki generasi untuk menjadi lebih baik.
Harus disadari, bahwa perempuan diciptakan untuk menjadi multi tasking.Sudah build in dalam setiap perempuan untuk bisa bekerja dan perpikir secara matriks. Tidak pernah ragu dengan kemampuan perempuan modern untuk dapat juga menjadi sukses, emansipasi dalam kegiatan professional maupun sosial bahkan menjadi tokoh masyarakat dan pemimpin sekalipun.”Keseimbangan adalah kuncinya”, tandas Era.
Share
Tweet













