‘KUPER’, BAGAIMANA MENGATASINYA?
Tanya:
Mbak Joanne yang baik, saya NN, umur 27 tahun, lulus dari fakultas Ekonomi Universitas swasta Yogyakarta. Saya sudah beberapa kali melamar kerja, akhirnya diterima di sebuah perusahaan trading di Jakarta. Terus terang, sampai saat ini –setelah 6 bulan bekerja— saya merasa belum nyaman di kantor. Ketidaknyamanan bukan menyangkut pekerjaan, melainkan dalam menjalin hubungan (komunikasi) dengan atasan dan teman sekerja sepertinya belum. Saya merasa pemalu dan kurang percaya diri, sehingga seringkali ditegur oleh atasan. Bagaimana sebenernya menjalin hubungan dengan atasan maupun dengan teman kerja? Karena sampai sekarang pun saya belum mendapatkan teman kerja yang akrab. Mohon diberikan tips cara menjalin hubungan yang baik
Oya, saya juga belum mendapatkan pacar. Dulu saya pernah dekat dengan teman kuliah, tapi sudah 4 tahun lalu putus. Sekarang sepertinya belum ada pria yang mendekati saya. Apakah ibu bisa membantu, bagaimana sebaiknya saya?
Jawab:
Dear NN, If I can be honest, saat ini status kamu seperti ini, (coba deh baca dengan cepat) “sally sell a sea shell in the sea shore shop” alias complicated!
but don’t worry it’s time for you to take a deep breath. Switch off mental penakluk kamu, the problem dengan mentality ini adalah kamu akan merasa bahwa semua yang ada di benak dan pundak kamu harus diselesaikan secepat mungkin sehingga instead of thinking straight and clear you started to think random and uncontrollable. Buat prioritas kamu satu – satu dan tulis di selembar kertas. Bila prioritas utama adalah untuk memiliki hubungan yang baik dengan atasan dan teman baru di kantor tulis di prioritas nomer satu, lalu urutkan prioritas yang lain nya setelah itu. Alasan mengapa perlu menuliskan prioritas di selembar kertas (atau apapun medianya) sebetulnya agar kamu dapat melihat dengan jelas dan mulai meng aktifasi mental navigation kamu.
Untuk masalah ditegur oleh atasan, kalau bisa jujur people who don’t make mistakes they are unlikely making anything, jadi it’s ok to admit kalau kamu masih dalam masa transisi dan penjajakan dikantor baru, enggak usah panik berkepanjangan slow down and learn from it dan untuk menjawab ke khawatiran kamu bahwa mengapa belum ada pria yang menghampiri kamu jawaban saya adalah pria amat sangat sensitive melihat gelakat perempuan, kalau kamu nervous atau terlalu conscious dengan alasan apapun biasanya laki – laki akan sedikit enggan menghampiri. alasannya, they want to date ONLY happy girl, happy girl equal to happy feeling, happy feelings equal to happy romantic life. Jadi, sekarang urutkan satu per satu prioritas kamu untuk mengaktifkan mental navigator mu lalu slow down and don’t forget to breath. Good luck! with tons of love, Joanne.
Share
Tweet













