<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Caring Career &#187; Inspiring Woman</title>
	<atom:link href="http://caringcareer.caringcolours.com/category/inspiring/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://caringcareer.caringcolours.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Apr 2012 08:31:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Menghadapi Kegagalan</title>
		<link>http://caringcareer.caringcolours.com/2012/02/02/menghadapi-kegagalan/</link>
		<comments>http://caringcareer.caringcolours.com/2012/02/02/menghadapi-kegagalan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 11:05:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>caringcareer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ask Expert]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://caringcareer.caringcolours.com/?p=1180</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: Dear mbak Riezka, saya Kirana, 38 tahun, ibu dari 2 orang puteri. Sejak 4 tahun lalu saya memutuskan kerja di rumah, bisnis sampingan berkaitan dengan kain batik. Saya membuat pernik-pernik dari bahan batik dan juga busana wanita serta anak-anak. Sebenarnya selama 4 tahun saya menggeluti bisnis ini, dibilang untung banget ya tidak, karena kenyataannya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya:</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong>Dear mbak Riezka, saya  Kirana, 38 tahun, ibu dari  2 orang puteri. Sejak 4 tahun lalu saya memutuskan kerja di rumah, bisnis sampingan berkaitan dengan kain batik. Saya membuat pernik-pernik dari bahan batik dan juga busana wanita serta anak-anak.</p>
<p>Sebenarnya selama 4 tahun saya menggeluti bisnis ini, dibilang untung banget ya tidak, karena kenyataannya, saya sering sekali dibohongi mitra kerja saya di daerah. Banyak hal seringkali membuat saya tertipu.  Tapi karena saya mencintai pekerjaan ini, maka saya ingin terus bertahan. Pertanyaannya untuk mbak Riezka:</p>
<p>Bagaimana caranya berbisnis agar kita tidak mudah ditipu? Bagaimana cara menghindari penipuan? Apa yang  harus saya lakukan? Dari pengalaman mbak Riezka,  hal apa yang  berpeluang mudah terjadi penipuan? Bagaimana mewaspadainya?</p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p>Yang namanya bisnis, pasti ada kata gagal nya. Kalau tidak mau merasakan kegagalan, tidak mungkin bisa belajar dari kegagalan tersebut.  Sama seperti ketika kita ingin mencari pekerjaan, ketika  melamar pekerjaan, belum tentu lamaran itu diterima. Ada kalanya lamaran kita ditolak. Begitu pula dalam berbisnis. Ketika kita mulai berbisnis, wajar jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Contoh lain  adalah anak kecil yang jatuh saat mau mulai belajar jalan. Si anak  tak pernah putus asa untuk bangkit berjalan sampai anak tersebut bisa lancar jalan bahkan berlari.</p>
<p>Intinya, jangan kita takut gagal. Janganlah merasa takut ditipu, dan sebagainya. Dalam bisnis,  banyak hal akan kita temui. Tapi percayalah bahwa  bisnis itu ibarat menemukan cinta. Kalau sudah sudah tepat pasangannya, pasti awet rajet deh. Yang namanya ditipu itu lumrah saja, asalkan tidak tertipu  terus-terusan. Kegagalan atau penipuan seringkali justru menjadi obat penguat kita untuk terus maju dan berjuang.</p>
<p>Saya pesankan,  yang penting untuk menghindari penipuanadalah kita harus berhati hati. Setiap kali menemui bisnis, lihat bisnisnya, pelajari sejarahnya, siapa ownernya, apa produknya, berapa modal awal nya dan perkiraan berapa lama akan pay back nya, dan seterusnya. Setelah kita mengetahui dan memperdalam bisnis apa yang akan kita jalani,  barulah  mulai untuk melakukan action, hal ini berfungsi untuk mengantisipasi penipuan</p>
<p>Pengalaman saya dulu pernah ditawari program investasi saat baru mulai belajar usaha. Karena belum tahu  dan tidak ada mentor langsung, saya langsung hajar investasi senilai Rp 150 juta. Awalnya saya diiming imingi mendapat penghasilan per bulannya,  tetapi setelah menunggu bulan berikutnya ternyata hasilnya malah nihil. Bahkan uang Rp 150 juta tersebut bablas dibawa kabur. Dari kejadian tersebut saya pun lebih berhati hati memilih investasi. Kini saya berprinsip, lebih baik cari investasi yang aman saja seperti investasi emas dengan cara tradisional,  beli aset rumah yang jelas jelas ada bentuknya , daripadan investasi di barang yang tak berbentuk</p>
<p>Bagaimana  membangun kerjasama yang baik dan sehat agar tidak terjadi tipu menipu?<br />
Menurut saya, pertama, kenali terlebih dahulu siapa mitra bisnis kita, cari orang yang cocok dan satu visi misi dengan tujuan usaha, insyaallah jalannya lancar. Kalau dari pengalaman saya setelah ditipu, sejak saat itu saya mencari partner bisnis teman lama yang sudah saya kenal seluk beluknya. Jangan pernah berbisnis dengan mantan pidana atau orang yang pernah mencuri, pemakai narkoba walaupun sudah taubat. Cari yang kredibilitasnya bagus</p>
<p>Tips bangkit   dari keterpurukan akibat tertipu orang:</p>
<p>Saya dulu tertipu lebih dari 150 juta. Jumlah  total sekitar Rp 500 jutaan. Tetapi saya berprinsip, saya harus bangkit. Mengapa? Karena  saya tidak mau uang saya hangus begitu saja. Uang saya harus kembali.  Caranya?  Saya mulai jualan kecil kecilan, tepatnya memulai bisnis jualan pulsa dengan modal cuma 150 ribu saja, itupun jual kamera, karena konsisten dan fokus bisnis saya berkembang jadi counter pulsa dan terus merambah jadi master pulsa. Akhirnya ada yang mengajak kerjasama untuk buka laundry dengan sistem sharing profit. Dari situ saya mengembangkan berbagai bisnis, yang akhirnya berujung di pisang ijo Jasmine. Karena fokus terhadap impian dan tujuan, terbukti bisnis pisang ijo Jusntmine saat ini sudah lebih dari 200 cabang di seluruh Indonesia.  Jadi, focus lah pada impian dan action. Yang paling penting banyak SEDEKAH insyaAllah musibah jauh dari diri kita.</p>
<p>Terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://caringcareer.caringcolours.com/2012/02/02/menghadapi-kegagalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengelola usaha dari rumah</title>
		<link>http://caringcareer.caringcolours.com/2011/11/21/948/</link>
		<comments>http://caringcareer.caringcolours.com/2011/11/21/948/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 06:21:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>caringcareer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ask Expert]]></category>
		<category><![CDATA[Cover Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://caringcareer.caringcolours.com/?p=948</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Mbak Riezka,  saya sarjana arsitektur dari universitas negeri ternama di Jawa Tengah. Selepas kuliah  sekitar 3 tahun lalu sebenarnya saya diterima kerja menjadi awartawan majalah arsitek dan mengajar bahasa Inggris di lembaga yang bagus. Tapi mnegapa, semenjak punya anak (sekarang 20 bulan), saya malas bekerja kantoran dan memilih bisnis dari rumah. &#160; Bisnis yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Mbak Riezka,  saya sarjana arsitektur dari universitas negeri ternama di Jawa Tengah. Selepas kuliah  sekitar 3 tahun lalu sebenarnya saya diterima kerja menjadi awartawan majalah arsitek dan mengajar bahasa Inggris di lembaga yang bagus. Tapi mnegapa, semenjak punya anak (sekarang 20 bulan), saya malas bekerja kantoran dan memilih bisnis dari rumah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bisnis yang saya geluti adalah menjual barang-barang via online. Banyak yang meragukan bisnis saya akan berjalan lancar. Oleh karena itu, saya ingin  tahu  apa sih plus minusnya bekerja di rumah?  Bagaimana  mengelola usaha di rumah, terutama menyangkut komitmen, pembagian waktu, profesionalisme, sdm, operasional  usaha (karena ibaratnya kantor buka 24 jam), dan seterusnya. Saya ingin membuktikan bahwa bekerja di rumah pun bisa professional dan kelangsungan usaha juga bisa terjamin.   Pertanyaan ketiga,  minta diberikan tips mengelola usaha di rumah? Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terimakasih atas atensinya mbak Riezka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Vitty, Bintaro, Jakarta</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p>Mbak Vitty  yang baik, saya coba jawab pertanyaannya satu per satu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Plus minus berbisnis di rumah.
<ol>
<li>Perlu tenaga extra untuk memasarkan produk atau jasa</li>
<li>Menumbuhkan kreatifitas karena harus bersaing dengan usaha yang sudah  ada</li>
<li>Memiliki  kepuasan tersendiri,meski usaha tidak berjalan sesuai rencana karena usaha rumahan tak selamanya mendatangkan untung secara financial, tapi juga memberikan wadah untuk  ajang aktualisasi diri</li>
<li>Memiliki waktu lebih banyak dengan keluarga karena dapat dilakukan di tempat dengan waktu yang fleksibel</li>
<li>Menciptakan lapangan kerjabaru bagi  orang  lain</li>
<li>Menambah pemasukan keluarga. Bila usaha sukses, tidak menuntut kemungkinan suatu saat menjadi sumber utama</li>
</ol>
</li>
<li>Bagaimana  mengelola usaha di rumah, terutamamenyangkutkomitmen, pembagianwaktu, profesionalisme, sdm, operasional  usaha (karena ibaratnya kanto rbuka 24 jam), danseterusnya.<br />
Mengelola usaha di rumah enaknya jelas lebih hemat waktu.  Kita tidak kena macet dan  tidak terlalu repot kesana-kemari. Namun untuk menjaga profesionalisme,  apabila usaha sudah lebih maju,  sebaik nya buat ruangan / <em>space</em> khusus untuk produksi,kantor dan sistem keuangan. Komitmen kerja dalam sehari yang kita butuhkan untuk usaha perlu dipersiapkan. Misalnya, 5 jam per hari sisanya untuk mengurus rumah tangga. Enaknya , enaknya usaha di rumah, <em>controlling </em>nya lebih mudah dibandingkan usaha d luar rumah dengan jarak yang jauh.</li>
<li>Tips mengelola usaha  di rumah. Apa do dan don&#8217;t yang harus dipersiapkan?</li>
</ol>
<ul>
<li><em>Set up</em> ruang kerja terpisah di rumah. Tidak peduli apakah ini adalah sebuah kamar tidur kecil, satu bagian dari garasi, atau sudut ruang tamu. Yang penting adalah untuk memiliki beberapa ruang yang dapat menetapkan sebagai area kerja. Ini akan memberi  ruang yang dibutuhkan untuk membangun  impian</li>
<li>Buat time management sebagai parameter sukses berbisnis. Misalnya, jam kerja. Saat tepat melakukan pemasaran? Kapan menyediakan layanan atau produk kepada klien? Dan seterusnya.</li>
<li>Buatlah jejaring. Salah satu cara tercepat untuk mengembangkan bisnis apapun adalah untuk membuat koneksi dengan orang lain. Pastikan untuk berbagi semangat dan antusiasme dengan orang lain di setiap kesempatan</li>
<li> Jika ingin diperlakukan secara profesional, sajikan gambar- gambar profesional. Misalnya, <em>set up</em> rekening bank terpisah untuk bisnis.Instal telepon terpisah dan saluran faks. Menciptakan materi pemasaran professional akan membantu bisnis berkembang lebih professional.</li>
<li>Mengotomatiskan bisnis sebanyak mungkin. Memang, hanya satu orang (sekarang) dan mungkin memiliki banyak waktu ekstra untuk mengurus semua detail. Hal ini mungkin bekerja untuk sekarang, tapi  tidak akan bekerja ke masa depan karena akan  lebih sibuk dan sibuk.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em><br />
</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://caringcareer.caringcolours.com/2011/11/21/948/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Riezka Rahmatiana: Sukses Wirausaha Waralaba Pisang Ijo</title>
		<link>http://caringcareer.caringcolours.com/2011/08/18/riezka-rahmatiana-sukses-wirausaha-waralaba-pisang-ijo/</link>
		<comments>http://caringcareer.caringcolours.com/2011/08/18/riezka-rahmatiana-sukses-wirausaha-waralaba-pisang-ijo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 01:59:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>caringcareer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Be Enterpreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiring Woman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://caringcareer.caringcolours.com/?p=755</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Usia tidak menghambat seseorang untuk mencapai sebuah prestasi dan keberhasilan. Itulah yang saat ini disandang oleh Riezka Rahmatiana. Di usianya yang  baru 25 tahun, Riezka sudah mengumpulkan banyak prestasi dan penghargaan.  Mahasiwi tingkat akhir  Universitas Padjajaran ini selain baru saja menjadi pemenang Young Caring Professional Award 2011, ia juga pernah menjadi juara 2  Wirausaha [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://caringcareer.caringcolours.com/wp-content/uploads/2011/08/Riezka-Rahmatiana.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-758" style="margin: 5px;" title="Riezka Rahmatiana" src="http://caringcareer.caringcolours.com/wp-content/uploads/2011/08/Riezka-Rahmatiana-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a>Usia tidak menghambat seseorang untuk mencapai sebuah prestasi dan keberhasilan. Itulah yang saat ini disandang oleh Riezka Rahmatiana. Di usianya yang  baru 25 tahun, Riezka sudah mengumpulkan banyak prestasi dan penghargaan.  Mahasiwi tingkat akhir  Universitas Padjajaran ini selain baru saja menjadi pemenang Young Caring Professional Award 2011, ia juga pernah menjadi juara 2  Wirausaha Muda Mandiri tingkat Jawa Barat 2008 ,  Finalis Wirausaha Mandiri tingkat nasional 2008,  terpilih sebagai Pemuda berprestasi bidang Ekonomi dan Kemakmuran 2010, Best UKM Award Spirit Entrepreneurship 2010, dan Satya karya Adisiswa Padjadjaran 2010.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Prestasi  yang seabreg itu bukan  diraihnya  dengan mudah begitu saja. Menurut Riezka, ia juga mengalami pasang surut dalam menjalankan bisnisnya. Namun Riezka dan suaminya,  Erwin Burhanudin, tidak mau menyerah. Baginya, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. “Tidak ada salahnya  untuk bangkit dan terus mencoba dan mencoba lagi selama kita masih hidup,” ujarnya.</p>
<p>Awalnya Riezka dan beberapa teman mencoba bisnis Network Marketing dengan menjual Produk-produk Kesehatan. Ditengah menjalankan Network Marketing, ia berinvestasi di bisnis Kelapa Sawit. Sayang, bukan hasil yang didapatkan, Riezka dan  temannya  malah terkena tipu. Modal ratusan juta dibawa lari. “Sialnya modal tersebut tidak sepenuhnya modal saya, ada beberapa dari rekan yang juga join investasi lewat kami,” kenangnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kejadian itu sempat membuat Riezka terpuruk. Tapi tak lama, ia bangkit kembali memulai bisnis baru dengan sang pacar Erwin Burhanudin (sekarang  telah menjadi suami). Pada awal 2007, Riezka menjajal berjualan pulsa handphone dengan modal awal Rp.150.000. Dari usaha kecil-kecilan  terjadi peningkatan usaha menjadi Server Pulsa.</p>
<p>Belum puas memiliki counter pulsa,  Riezka menjajal  bidang laundry &amp; dry clean, kerjasama  dengan temannya. Dari hasil beberapa usaha tersebut, Riezka mencoba buka usaha Cafe di Jl.Cihampelas. Sayangnya,  cafe yang diberi nama ”The Green House” tidak memberikan hasil yang memuaskan, bahkan hampir tidak ada pengunjung.</p>
<p>Masih di seputar makanan, Riezka mencoba  usaha makanan yaitu Tahu Sumedang dengan nama “Dapur Kuring” di daerah Cihanjuang. Hasilnya lumayan di saat akhir pecan, tapi di hari biasa jauh dari yang diharapkan. “Akhirnya <em>cost</em> kami tidak tertutup dan seperti biasa kami pun kembali gulung tikar,”  ujarnya.</p>
<p>Saking seringya gulung tikar, ternyata malah membuat Riezka menjadi pemberani. Ia tidak takut  lagi untuk memulai suatu usaha baru.  Itu dibuktikannya pada  Maret 2008, ia menjajal  kembali berjualan Es Pisang Ijo.  “Kami mencari pisang yang berkualitas, meracik adonan, belajar memasak dan berjualan sendiri,” kenangnya mengingat kejadian 3 tahun lalu. “Pada awal berjualan hanya laku lima porsi saja, keesokan harinya dagangan kami tidak ada yang laku sama sekali dan akhirnya kami makan sendiri barang dagangan kami,” lanjutnya.</p>
<p>Entah mengapa, kali ini, Riezka dan Erwin yakin Es Pisang Ijo bisa berkembang sukses .  Oleh karena itu, mereka terus  melakukan perbaikan promosi dan kualitas dan rasa produk Justmine Pisang Ijo ini.<br />
Dengan belajar langsung dari ahlinya yaitu rumah makan Makasar Sulawesi, akhirnya sedikit demi sedikit mereka mendapatkan resep rahasia makanan tradisional makasar tersebut.</p>
<p>Promosi sederhana dari mulut ke mulut pun berjalan kurang lebih selama dua bulan.  Bersamaan dengan itu, omset  penjualan mulai meningkat. Dari yang hanya 5 porsi per hari dalam dua bulan meningkat menjadi tiga puluh porsi per hari. Dari sana  es Pisang Ijo mulai dipromosikan untuk  acara syukuran, pernikahan dan sebagainya. Kreatifitas juga dilakukan dengan menambahkan rasa Coklat, Vanilla, Strawberry dan Durian yang sangat digandrungi oleh para kaum ABG. “Hangatnya sambutan pasar membuat kami memutuskan untuk membuka cabang kedua dan ketiga di Jl.Suci Bandung dan di ruko Metro Trade Center ,”  ungkap Riezka bahwa  hasilnya juga cukup memuaskan, yaitu 80 porsi per hari.</p>
<p>Setelah setahun berjalan tepatnya pada Maret 2009, Riezka mulai mengubah sistem usaha menjadi sistem kemitraan karena banyaknya permintaan dari konsumen yang juga ingin menikmati gurihnya pendapatan  dari justmine Pisang Ijo ini. Maka mulai saat itu setiap orang yang ingin memiliki usaha Justmine Pisang Ijo dapat membuka gerai Justmine Pisang Ijo tanpa perlu repot memikirkan cara meracik bumbunya lagi dari awal. Riezka mempersiapkan semua sistem yang diperlukan mitra, mulai dari Booth siap pakai,<em>design</em> brosur atau flyer, <em>delivery service, maintenace, training</em> karyawan<em>,product quality control</em>, promosi nasional dll. Dengan nilai investasi kemitraan yang dibagi dua yaitu Paket A dengan nilai Rp10 Juta dan Paket B dengan nilai investasi Rp 55 juta.</p>
<p>“Saat ini mitra kami sudah tersebar bukan hanya di Bandung tapi juga di Jakarta, Depok, Bekasi dan Tanggerang dengan total cabang sementara yaitu sebanyak 40 outlet dengan angka omset  yang menembus ratusan juta per bulan,”  ceritanya.  Baginya,  pencapaian  itu belum selesai. Ia  masih akan terus  belajar dan berkembang  hingga menjadi sebuah perusahaan yang dapat memberikan kesempatan dan manfaat bagi orang lain yaitu Ezka Giga Pratama Group, perusahaan induk yang menaungi seluruh usaha-usahanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://caringcareer.caringcolours.com/2011/08/18/riezka-rahmatiana-sukses-wirausaha-waralaba-pisang-ijo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Era Soekamto: “Fashion Adalah jalan Hidup Saya”</title>
		<link>http://caringcareer.caringcolours.com/2011/08/17/era-soekamto-%e2%80%9cfashion-adalah-jalan-hidup-saya%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://caringcareer.caringcolours.com/2011/08/17/era-soekamto-%e2%80%9cfashion-adalah-jalan-hidup-saya%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Aug 2011 01:57:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>caringcareer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring Woman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://caringcareer.caringcolours.com/?p=753</guid>
		<description><![CDATA[Empat belas  tahun berkarir sebagai fashion designer dan wirausaha di bidang industri fashion Indonesi jelas bukan waktu yang pendek.  Namun, begitulah Era Soekamto menjalani kehidupannya.  Pengajar dan konsultan di bidang creative entrepreneurship dan fashion ini sangat menikmati  pekerjaannya. &#160; “Almarhum ibu  saya adalah inspirasi terbesar saya dalam menyukai dan memilih bidang ini sebagai jalan hidup”, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Empat belas  tahun berkarir sebagai fashion designer dan wirausaha di bidang industri fashion Indonesi jelas bukan waktu yang pendek.  Namun, begitulah Era Soekamto menjalani kehidupannya.  Pengajar dan konsultan di bidang creative entrepreneurship dan fashion ini sangat menikmati  pekerjaannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Almarhum ibu  saya adalah inspirasi terbesar saya dalam menyukai dan memilih bidang ini sebagai jalan hidup”, ungkapnya.  Ketertarikan  sang ibu  pada bidang  kecantikan, fashion, kain Indonesia dan kerajinan tangan,  sangat  terpatri dalam ingatan Era  kecil, sehingga bidang fashion membuatnya sebagai profesi impian .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Beruntung saya bisa meyakinkan orang tua untuk  terus fokus pada impian dengan bersekolah di Lasalle Fashion College di Singapura selepas SMU, “ lanjut Era.   Tentu saja, sebuah kesempatan emas yang jarang didapatkan  kebanyakan anak-anak Indonesia.  Era tidak mensia-siakan kesempatan itu, terbukti prestasinya  semakin moncer dibidang fashion. “Menang lomba Indonesia Young Designer Contest adalah tiket pertama saya,”   ujar Era yang diikuti dengan prestasi-prestasi lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Diantaranya, Era berhasil meluncurkan   brand untuk anak muda Urban Crew di pasar anak muda maupun di <em>inner circle</em> komunitas fashion Indonesia.  Ia pun terpilih masuk ke dalam Ikatan Perancang Mode Indonesia bersama <em>designer senior</em> yang lain, yang telah membuka kesempatan selua-luasnya  membuka <em>first line</em> Era Soekamto <em>culture line, wedding line</em> dan Unique Indonesia khusus untuk <em>art and craft</em>.  “Menyeimbangkan kreatifitas dan <em>entrepreneurship</em>, manajemen dan tim yang kuat menjadikan saya seperti sekarang ini,”  ungkap Era tentang pencapaian hingga sekarang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Perempuan dan Fashion</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Era, fashion adalah gaya hidup dan ilmu memilih yang di pengaruhi oleh berbagai macam aspek kehidupan sosial, politik, budaya,agama dan lain-lain.  Fashion  dapat berfungsi untuk menyatakan status sosial,pernyataan pribadi tentang karakteristik,impian,keahlian , mendapatkan hasil diri yang lebih maksimal. Fashion juga dapat diartikan sebagai visual komunikasi dan kebahagiaan sintetis bagi manusia baik perempuan maupun laki-laki.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sedangkan perempuan  adalah <em>emotional buyers</em> yang pertimbangannya seringkali berdasarkan emosi. Inilah yang  membuat kecantikan dan estetika mempengaruhi rasa menjadi esensi. Dikatakan Era, fashion tidak hanya dapat memberdayakan perempuan, tapi dapat memberikan rasa percaya diri, kebahagiaan, dan image yang lebih baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perempuan   mempunyai kesempatan lebih banyak untuk mengekspresikan tampakan visualnya dari pada laki-laki.  Oleh karena itu, fashion awalnya sangat identik dengan kesan feminin dan hanya urusan perempuan. Saat ini ada emansipasi pria dalam hal fashion yang  lebih ekspresif dibanding sebelumnya. Semua karena saat ini fashion memegang peranan  penting untuk <em>self branding</em> dan visual komunikasi untuk membantu komunikasi yang efektif sebagai individu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lalu, bagaimana memaksimalkan potensinya?  Menurut Era,  sebagai perempuan  harus menyadari dahulu kepentingan penampilan. Apakah  untuk <em>‘functional’</em> atau   ‘ <em>emotional benefit’? </em>Setelah itu  baru menggunakannya di tempat,waktu dan profesi yang tepat sebagai alat bantu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Era menyarankan, hal pertama yang harus dilakukan adalah <em>self assessment</em> atau penilaian diri, mengetahui bentuk tubuh dan kepribadian diri sendiri menjadi sangat penting untuk memilih apa yang akan dikenakan dan bagaimana hasil akhir sebuah tampilan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Perempuan Agen Perubahan </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi Era Soekamto, perempuan adalah agen perubahan. Perempuan yang sukses dibidangnya  dapat menginspirasi lingkungannya masing-masing dan memperbaiki generasi untuk menjadi lebih baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Harus disadari, bahwa  perempuan diciptakan untuk menjadi <em>multi tasking</em>.Sudah <em>build in</em> dalam setiap perempuan untuk bisa bekerja dan perpikir secara matriks. Tidak pernah ragu dengan kemampuan perempuan modern untuk dapat juga menjadi sukses, emansipasi dalam kegiatan professional maupun sosial bahkan menjadi tokoh masyarakat dan pemimpin sekalipun.”Keseimbangan adalah kuncinya”, tandas Era.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://caringcareer.caringcolours.com/2011/08/17/era-soekamto-%e2%80%9cfashion-adalah-jalan-hidup-saya%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Twitview CaringCareer dengan Fira Basuki</title>
		<link>http://caringcareer.caringcolours.com/2011/05/28/twitview-caringcareer-dengan-fira-basuki/</link>
		<comments>http://caringcareer.caringcolours.com/2011/05/28/twitview-caringcareer-dengan-fira-basuki/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 May 2011 11:02:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>caringcareer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cover Story]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiring Woman]]></category>
		<category><![CDATA[YCPA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://caringcareer.caringcolours.com/?p=575</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar: Twitview ini dilakukan pada tanggal 27 Mei 2011, pk 18.00-20.00 Teman-teman kita akan segera mulai INSPIRING twitview bersama @firabasuki Kita akan bagi twitview @firabasuki ini dalam 6 segmen: About Fira, Fira and Its Novel, Fira on Women, Fira’s Tips for Women, Fira on YCPA, Fira on Success in Writing About Fira @FiraBasuki adl penulis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengantar</strong>:</p>
<p>Twitview ini dilakukan pada tanggal 27 Mei 2011, pk 18.00-20.00</p>
<p>Teman-teman kita akan segera mulai INSPIRING twitview bersama @firabasuki</p>
<p>Kita akan bagi twitview @firabasuki ini dalam 6 segmen: <strong>About Fira, Fira and Its Novel, Fira on Women, Fira’s Tips for Women, Fira on YCPA, Fira on Success in Writing</strong></p>
<p><strong>About Fira</strong></p>
<p>@FiraBasuki adl penulis n wartawan yg kreatif n tak pernah tinggal diam. Hidupnya berwarna, pernah tinggal di banyak negara, berwawsan global</p>
<p>Kata @firabasuki: Saya selalu senang menulis. Sejak kecil sering menang  lomba menulis dan bermimpi  menjadi penulis/wartawan</p>
<p>@firabasuki pernah kuliah S1 jurnalistik di Pittsburg State University dan S2  Public Relations di Wichita State University, US</p>
<p>Sejak kuliah @firabasuki sudah biasa bekerja. Hampir semua jenis media pernah dicoba, baik di Indonesia dan Singapura</p>
<p>Di Singapura @firabasuki menjadi korsponden Harper&#8217;s Bazaar magazine dan penyiar Radio Singapore International</p>
<p>Balik ke Indonesia tahun 2002, dunia menulis masih digeluti @firabasuki hingga menjadi Pemimpin Redaksi majalah Cosmopolitan sejak 2006</p>
<p><strong>Fira and It’s Novels</strong></p>
<p>Sejak 2001, @firabasuki aktif menulis novel. Dia terkenal dengan trilogi “Jendela-Jendela”, “Pintu”, “Atap”</p>
<p>Novel “Jendela-Jendela” mengisahkan kehidupan suami-istri dan kompleksitas yg mengiringinya</p>
<p>Setelah “Jendela-Jendela”, kemudian meluncur “Pintu” (2002) dan “Atap” (2003). Dalam hitungan minggu, novel @firabasuki berkali2 cetak ulang</p>
<p>Hampir semua novel yang ditulis @firabasuki berlatar Amerika, Singpura dan Indonesia. Dia pernah menetap di negara-negara  itu</p>
<p>Karena menetap di negara-negara tersebut, @firabasuki bisa mendeskripsikan budaya setempat dengan jernih</p>
<p>@firabasuki suka meriset meski itu tak terpikir akan ditulis menjadi novel. Dia juga suka mengamati</p>
<p>Salah satu novel @firabasuki dari hasil pengamatan adalah “Rojak”. Waktu itu Ia sedang makan rojak (rujak) di Singapura</p>
<p>Kawannya bilang rujak itu seperti orang Singapura yang beragam latar belakang. Jadilah Rojak</p>
<p>Rojak bercerita tentang hidup seorang Janice peranakan (campuran Melayu dan Cina) dan menikah dengan seorang Jawa</p>
<p>Hidup Janice seperti rujak. Rasanya macam-macam: asin, manis, asem, pahit, pedas… sprti juga hidup</p>
<p>Bersama anaknya, Syaza Galang, Fira menulis buku serial Mandy dan Mami. Tokoh utama buku ini adalah Mandy Putri Jones.</p>
<p>Banyak anak yg suka buku-buku ini. Anak-anak suka dibacakan sebelum tidur. Ceritanya tentang kehidupan sehari-hari anak Indonesia.</p>
<p>Gaya menulis Fira disebut tenang, mudah dicerna oleh umum, dan bahkan menghibur.</p>
<p>Sebagai penulis, Fira memang ingin novelnya menghibur, tak membuat dahi orang berkerut, atau stress</p>
<p><strong>Fira On Women</strong></p>
<p>Menurut @FiraBasuki, wanita dan kecantikan tidak bisa dilepaskan. Lahir dan batin kecantikan harus terpancar</p>
<p>Bagi @FiraBasuki tubuh pemberian Tuhan harus dirawat dan dijaga. Menampilkan diri penuh pesona,  berdandan  secara proporsional</p>
<p>Bagi @FiraBasuki , penampilan membuat wanita bukan cuma percaya diri, tapi juga menyenangkan hati orang lain yang melihatnya</p>
<p>Potensi diri  bisa digali maksimal baik di karir maupun masyarakat krn ia memiliki rasa percaya diri</p>
<p><strong>Tips for Women</strong></p>
<p>Menurut @FiraBasuki wanita harus terus meningkatkan kualitas diri, penampilan, dan pengetahuan</p>
<p>Menurut @FiraBasuki wanita harus  terus belajar, passion for learning, dan tidak kalah bersaing. Mau menerima hal-hal baru, terus ingin tahu dan belajar  teknlogi</p>
<p>Menurut @FiraBasuki wanita harus pintar menempatkan diri, membagi waktu,  mengkontribusi  pemikirannya  di perusahaan, masyarakat, bangsa</p>
<p>Menurut @FiraBasuki wanita  harus bisa menggunakan social media dan kegiatan-kegiatan inovatif  untuk mengajak massa demi tujuan positif</p>
<p><strong>Fira on Young Caring Professional Award (YCPA) 2011</strong></p>
<p>@FiraBasuki  akan menjadi juri dan pembicara dalam YCPA 2011 di Grand Kemang  11 Juni; membawakan topik: career woman and communication skill</p>
<p>Menurut @FiraBasuki, communication skill merupakan hal amat penting bagi wanita dalam menunjang karirnya!</p>
<p>Menurut @FiraBasuki, sepintar apapun seorang wanita karir, tanpa communication skills yang mumpuni,  tidak akan maksimal dalam mengemukakan ide</p>
<p>Menurut @FiraBasuki, komunikasi bisa dalam bentuk verbal dan nonverbal, Yang penting, komunikatif!</p>
<p><strong>Fira on Success in Writing</strong></p>
<p>Tips #1 @FiraBasuki: menulislah terus, tak usah berpikir bisa diterbitkan atau tidak, laku atau tidak. Naskah saya banyak ditolak lho</p>
<p>Tips #2 @FiraBasuki: Jangan meniru gaya penulisan orang lain. Temukan gaya penulisanmu. Itu adalah identitasmu</p>
<p>Tips #3 @FiraBasuki: Bermimpilah! Sebagai penulis, saya punya mimpi: novelku diterjemahkan dan didistribusikan ke seluruh dunia</p>
<p><em>(Picture: Courtesy of Republika.co.id)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://caringcareer.caringcolours.com/2011/05/28/twitview-caringcareer-dengan-fira-basuki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

